<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("iframes-styles-bubble", function() { if (window.iframes && iframes.open) { iframes.open( '//www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\07532310813\46blogName\75Badboy+%26+Octav+Study+Page\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLACK\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://badboyoctavstudypage.blogspot.com/search\46blogLocale\75en_US\46v\0752\46homepageUrl\75http://badboyoctavstudypage.blogspot.com/\46vt\0751490492904709258914', { container: "navbar-iframe-container", id: "navbar-iframe" }, { }); } }); </script>
+ math suxs +



We're Badboy & Octav
We've got hard time in Campus, again... just wish us graduate as soon as possible, ok!

+ last lesson +

Materi Pengantar Akuntasi
Probabilita
Etika & Etiket
Pengertian Statistika

+ stupid formula +

September 2006


+ support us! +

+ Badboy & Octav Diary
+ Badboy & Octav Wedding Scrapbooks Gallery
+ Badboy & Octav Lyrics
+ Octav's Log Book
+ Octav's Clinic
+ Badboy's Private Forum
+ Forumgaul
+ Our Campus
+ FEUI
+ Brainbench
+ My Transcript @Brainbench
+ Kamus Basa Sunda
+ Chit Chat 'thru YM

+ schedules +

1st Semester - 2006/2007

+ Pengantar Akuntansi (3 SKS)
+ Pengantar Bisnis & Management (3 SKS)
+ Pengantar Metode Kuantitatif (3 SKS)
+ Pengantar Teori Ekonomi (3 SKS)
+ Tanggung Jawab Sosial & Etika Bisnis (3 SKS)
+ Assistensi Pengantar Akuntansi (3 SKS)
+ Assistensi Pengantar Metode Kuantitatif (2 SKS)

+ talk +





+ credits +

+ dY`
+ Blogskins.com
+ My Blogskin
+ Deviant Art
+ Imageshack

script type="text/javascript" src="http://embed.technorati.com/embed/2tj3cn46en.js">

Add to Technorati Favorites

Subscribe to management06
Powered by groups.yahoo.com

Monday, September 25, 2006

Materi Pengantar Akuntasi

Download: CLICK HERE

File: Accounting 6th Edition.zip (3.23 MB)
Description: Pengantar Akuntansi - Accounting, Hongren 6th Edition


Badboy-Octav @ 11:51 AM | | Comments


Friday, September 22, 2006

Probabilita

Probabilitas adalah ukuran tentang kemungkinan suatu peristiwa akan terjadi pada masa mendatang.

Pendekatan Probabilitas:
  1. Pendekatan Klasik, asumsi equally likely
  2. Pendekatan Relatif, didasarkan pada frekuensi relatif
  3. Pendekatan Subyektif, didasarkan pada penilaian pribadi
Konsep Dasar Probabilita:
I. Percobaan (Experiment) :
contoh :
  • pelemparan 1 uang logam
  • pelemparan 2 uang logam
  • pelemparan 1 dadu
II. Hasil percobaan (out come) :
Adalah kemungkinan-kemungkinan yang dihasilkan dari suatu percobaan.
contoh :
  • Hasil dari pelemparan 1 coin : G, A.
  • Hasil dari pelemparan 2 coin : GG, GA, AG, AA
  • Hasil dari pelemparan 1 dadu : 1 2 3 4 5 6
Bagaimana hasil dari pelemparan 2 dadu ?

III. Peristiwa (Event) :
Kumpulan dari satu atau lebih hasil (out come).
contoh dari pelemparan 2 coin :
  • Peristiwa munculnya 2 muka yang sama : (GG dan AA).
  • Peristiwa tidak ada muka G yang muncul : (AA)
Sebutkan hasil-hasil yang merupakan peristiwa jumlah dua dadu = 5 dari percobaan pelemparan 2 dadu ?

IV. Ruang Sampel (Sample Space) :
Adalah kumpulan seluruh hasil dari sebuah percobaan.
contoh :
  • Ruang sampel dari pelemparan 1 coin : { G , A }
  • Ruang sampel dari pelemparan 2 coin : { GG, AG, GA, AA }
V. Probabilitas suatu Peristiwa
Adalah ratio antara jumlah hasil dari suatu peristiwa dengan jumlah seluruh hasil (ruang sampel)

n (A)
P (A) = -----------------------
N (ruang sampel)

Contoh : pada pelemparan 2 coin
Probabilitas peristiwa munculnya 2 muka sama adalah 2/4 = 0,5
Probabilitas peristiwa tidak ada muka G yang muncul adalah ¼ = 0,25


Hukum Probabilitas

1. Nilai Probabilitas suatu peristiwa A : 0 < P(A) < 1

2. Prob Complementer : P(A) + P(A) = 1
Prob (Wanita) + Prob (bukan wanita) = 1


Hukum Penjumlahan

1. Jika A dan B merupakan peristiwa saling lepas (mutually exclusive) , maka: P(A U B) = P(A) + P(B) A B
contoh : A = Jual B = Beli

2 Jika A dan B merupakan peristiwa yang tidak saling lepas (ada peristiwa bersama atau Joint Event)

A AB B
P (A U B) = P(A) + P(B) – P (A ∩ B)
Contoh : A = mhs putri B = mhs penerima beasiswa

3. Peristiwa Bersama
P(A U B U C) = P(A)+P(B)+P(C)-P(A∩C)-P(C ∩ B)-P(A ∩B)+ P(A ∩ B ∩ C)

Hukum Perkalian

1. Probabilitas Peristiwa Bebas (Independent Probability)

P(A ∩ B) = P(A) x P(B)
Contoh :
Pada pelemparan 2 kali sebuah dadu :
Berapa Probabilitas munculnya muka 6 pada lemparan I dan ke II ?
A = peristiwa munculnya muka 6 pada lemparan I
B = peristiwa munculnya muka 6 pada lemparan II

2. Probabilitas Peristiwa Bersyarat (Conditional Probability)

P(A ∩ B) = P(A) x P(B/A) = P(A/B) x P(B)

A/B = peristiwa A terjadi dengan syarat peristiwa B terjadi lebih dulu

Contoh :
Pada permainan kartu remi (without replacement)
Berapa probabilita kartu As muncul pada pengambilan I dan II
A = peristiwa munculnya kartu As pada pengambilan I
B = peristiwa munculnya kartu As pada pengambilan II
P(A ∩ B) = P(A) x P(B/A) = 4/52 x 3/51 = 0,0045
P(A ∩ B) = 1/6 x 1/6 = 1/36


Badboy-Octav @ 1:07 PM | | Comments


Wednesday, September 20, 2006

Etika & Etiket

Etika
Etika disebut juga filsafat moral adalah cabang filsafat yang berbicara tentang praxis (tindakan) manusia. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan mempersoalkan bagaimana manusia harus bertindak. Tindakan manusia ini ditentukan oleh bermacam-macam norma.
Norma ini masih dibagi lagi menjadi norma hukum, norma moral, norma agama dan norma sopan santun. Norma hukum berasal dari hukum dan perundang-undangan,norma agama berasal dari agama sedangkan norma moral berasal dari suara batin. Norma sopan santun berasal dari kehidupan sehari-hari sedangkan norma moral berasal dari etika.

Etika dan etiket
Etika berarti moral sedangkan etiket berarti sopan santun. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai ethics dan etiquette.
Antara etika dengan etiket terdapat persamaan yaitu:
  1. Etika dan etiket menyangkut perilaku manusia. Istilah tersebut dipakai mengenai manusia tidak mengenai binatang karena binatang tidak mengenal etika maupun etiket.

  2. Kedua-duanya mengatur perilaku manusia secara normatif artinya memberi norma bagi perilaku manusia dan dengan demikian menyatakan apa yag harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilkukan. Justru karena sifatnya normatif maka kedua istilah tersebut sering dicampuradukkan.
Adapun perbedaan antara etika dengan etiket ialah:
  1. Etiket menyangkut cara melakukan perbuatan manusia. Etiket menunjukkan cara yang tepat artinya cara yang diharapkan serta ditentukan dalam sebuah kalangan tertentu. Misalnya dalam makan, etiketnya ialah orang tua didahulukan mengambil nasi, kalau sudah selesai tidak boleh mencuci tangan terlebih dahulu. Di Indonesia menyerahkan sesuatu harus dengan tangan kanan. Bila dilanggar dianggap melanggar etiket.

  2. Etika tidak terbatas pada cara melakukan sebuah perbuatan, etika memberi norma tentang perbuatan itu sendiri. Etika menyangkut masalah apakah sebuah perbuatan boleh dilakukan atau tidak boleh dilakukan.
    Etiket hanya berlaku untuk pergaulan. Bila tidak ada orang lain atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku. Misalnya etiket tentang cara makan. Makan sambil menaruh kaki di atas meja dianggap melanggar etiket dila dilakukan bersama-sama orang lain. Bila dilakukan sendiri maka hal tersebut tidak melanggar etiket. Etika selalu berlaku walaupun tidak ada orang lain. Barang yang dipinjam harus dikembalikan walaupun pemiliknya sudah lupa.

  3. Etiket bersifat relatif. Yang dianggap tidak sopan dalam sebuah kebudayaan, dapat saja dianggap sopan dalam kebudayaan lain. Contohnya makan dengan tangan, bersenggak sesudah makan. Etika jauh lebih absolut. Perintah seperti “jangan berbohong”, “jangan mencuri” merupakan prinsip etika yang tidak dapat ditawar-tawar.

  4. Etiket hanya memadang manusia dari segi lahirian saja sedangkan etika memandang manusia dari segi dalam. Penipu misalnya tutur katanya lembut, memegang etiket namun menipu. Orang dapat memegang etiket namun munafik sebaliknya seseorang yang berpegang pada etika tidak mungkin munafik karena seandainya dia munafik maka dia tidak bersikap etis. Orang yang bersikap etis adalah orang yang sungguh-sungguh baik.


Badboy-Octav @ 2:04 PM |


Wednesday, September 13, 2006

Pengertian Statistika

Statistik dan Statistika

Statistik dan Statistika merupakan dua hal yang berbeda.
Statistik mempunyai beberapa pengertian :
  • Statistik berarti data atau sekumpulan data. contoh : statistik kependudukan, statistik keuangan.
  • Statistik berarti karakteristik sampel. contoh : rata-rata sampel, deviasi standar sampel dll
Statistika adalah pengetahuan yang berkaitan dengan metode, teknik atau cara untuk mengumpulkan data, mengolah data, menyajikan data, menganalisis data dan menarik kesimpulan atau menginterpretasikan data.

Dengan kata lain Statistika berarti teknik, metode atau cara agar suatu data yang semula belum bermakna menjadi bermakna.

Jenis-jenis Statistika :
  • Statistika Deskriptif : statistika yang berkenaan dengan cara mendiskripsikan, menggambarkan, menata, menyajikan data menjadi bentuk yang mudah dipahami.
  • Statistika Inferensia: statistika yang berkenaan dengan cara atau metode penarikan kesimpulan berdasarkan data sampel untuk menggambarkan karakteristik atau ciri dari populasinya.

Data


Syarat data yang baik :
  1. Obyektif : sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
  2. Representative : mewakili
  3. Relevant : ada hubungan denga persoalan
  4. Up to date : tepat waktu
  5. Sampling error kecil
Jenis-jenis Data

Menurut Sifatnya :

1. Data Kualitatif : bukan dalam bentuk angka
Contoh : bagus, cantik, meningkat
2. Data Kuantitatif : data dalam bentuk angka
> Diskret :
contoh : Pak Budi mempunyai 3 mobil
Bu Indah mempunyai 2 anak
> Kontinu :
cotoh : Tinggi badan Budi 175,5 cm
Berat badan Bombom 123,8 kg

Menurut sumbernya :
  • Data Primer : data yang dikumpulkan langsung dari lapangan oleh orang yang berkepentingan. (survai langsung ke masyarakat)
  • Data Sekunder : data yang tidak secara langsung dikumpulkan oleh orang yang berkepentingan dengan data tersebut. (Seorang mahasiswa menulis skripsi menggunakan data dari BPS )
Menurut waktu pengumpulannya :
  • Data Cross section : data yang dikumpulkan pada satu waktu tertentu
  • Data Time Series : data yang dikumpulkan dari waktu ke waktu

Skala Pengukuran


Adalah alat untuk memahami karakteristik data suatu variabel
  1. Skala Nominal : data yang hanya merupakan symbol atau lambang. Contoh variabel Jenis kelamin : pria = 1 wanita = 2
  2. Skala Ordinal : skala nominal + angka dapat diperingkat. Contoh : variabel tingkat kepuasan : Tidak puas = 1 cukup puas = 2 sangat puas = 3
  3. Skala Interval : Skala ordinal + antara titik-titik angka mempunyai jarak tertentu. Contoh : kota A = 30 F kota B = 60 F ( kota B tidak berarti 2 kali lebih panas dari kota A)
  4. Skala Rasio : Skala Interval + dapat dirasiokan dan berlaku operasi matematik ( x : + - ) Contoh : tinggi A = 100 cm tinggi B = 200 cm (tinggi B = 2 x tinggi A)

Populasi dan Sampel

Populasi adalah suatu keseluruhan pengamatan atau obyek yang menjadi perhatian.
Sampel adalah bagian data dari populasi yang terkumpul untuk diolah lebih lanjut.

Contoh :
Populasi : kumpulan mahasiswa D3 FEUI
Sampel : 50 orang mahasiswa D3 FEUI yang akan dicatat datanya.


Peranan Statistika

Dalam bidang Ekonomi :

Produksi : menetapkan standar mutu dan pengawasan mutu, pengawasasn terhadap efisiensi kerja, pengujian terhadap metode baru

Akuntansi : penyesuaian yang berkaitan dengan perubahan harga, hubungan antara biaya dengan produksi

Pemasaran : penelitian mengenai preferensi konsumen, penaksiran potensi pasaran bagi produk baru, penelitian mengenai potensi pasar di daerah baru, penetapan harga


Distribusi Frekuensi

Bertujuan untuk mengatur data mentah (data yang belum dikelompokkan) menjadi data yang tertata rapi dan informative.

Caranya adalah dengan mengelompokkan data berdasarkan kemiripan ciri.

Data Mentah (Belum dikelompokkan)

Nilai Ujian Statistika 50 Mahasiswa FEUI

55 48 22 49 78 59 27 41 68 54 34 80 68 42 73 51 76 45 32 53 66 32 64 47 76 58 75 60 35 57 73 38 30 44 54 57 72 67 51 86 25 37 69 71 52 25 47 63 59 64

Data yang telah durut
22 25 25 27 30 32 32 34 35 37 38 41 42 44 45 47 47 48 49 51 51 52 53 54 54 55 57 57 58 59 59 60 63 64 64 66 67 68 68 69 71 72 73 75 75 76 76 78 80 86

Steam and Leaf, Nilai Ujian Statistika 50 mahasiswa FEUI :

--tabel--


Misalkan Untuk Kelas ke 4, maka :

Batas Kelas : 50 – 59
Batas Bawah = 50
Batas Atas = 59
Tepi Batas Bawah = 49,5
Tepi Batas Atas = 59,5

Nilai Tengah = (BB + BA)/2 = (50 + 59)/2 = 54,5
Interval kelas = (TBA – TBB) = 59,5 - 49,5 = 10

Interval pada setiap kelas tidak harus sama.

Banyaknya kelas tergantung pada banyaknya kelompok yang memiliki ciri yang sama, tujuan utamanya adalah agar Distribusi Frekuensi yang dihasilkan menjadi informatif.


Badboy-Octav @ 3:28 PM |